Jakarta, Seruu.com - DPRD DKI Jakarta turut mencermati pengeluaran bulanan penduduk miskin yang ada di Jakarta saat ini. Penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan bertambah pengeluarannya karena mengonsumsi rokok. Apalagi, rokok merupakan kebutuhan kedua setelah beras.

Menurut Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI menyebutkan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan di Jakarta mencapai 363.420 orang atau 3,75 persen. Angka tersebut lebih besar 0,27 poin dibanding dengan penduduk miskin pada Maret 2010 yang hanya mencapai 312.180 orang atau 3,48 persen.

"Lebih dari 30 persen pengeluaran rumah tangga miskin di perkotaan untuk kebutuhan transportasi, sandang, dan papan. Tetapi ada faktor lain yang menambah pengeluaran mereka yakni konsumsi rokok," ujar Ferrial, Selasa (2/1/2012).

Ferrial menjelaskan hal tersebut diungkap dalam data BPS DKI, dimana rokok juga menyebabkan pengurangan alokasi untuk kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, akibat rokok, kesehatan keluarga miskin menurun dan kembali menambah pengeluaran mereka.

"Masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan masih menghabiskan uangnya untuk rokok setelah beras. Sudah waktunya mendorong implementasi Perda nomor 75 tahun 2005 tentan Kawasan Dilarang Merokok," tandasnya. [ndis]

KOMENTAR SERUU