Pandeglang,S eruu.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pandeglang, Rabu (4/1), menggelar aksi keprihatinan atas tewasnya Andri Wardiansyah, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, asal Pandeglang ditangan geng motor  pada malam tahun baru 2012 lalu.

Putra Ketua Harian PSSI Pandeglang, Mustrandi ini ditemukan tewas tergeletak disamping factory outlet (FO) Rumah Mode di Jalan Cipaganti, Bandung pada Minggu (1/1) dinihari, dengan sejumlah tusukan di tubuhnya.

Aksi solidaritas mahasiswa BEM Pandeglang dilakukan disekitar Alun-alun Kota Pandeglang. Selain berorasi mengecam kebrutalan geng motor dan membagikan selebaran, mahasiswa pun menggelar aksi teaterikal dan shalat ghaib.

“Ini sudah biadab dan pelakunya bukanlah manusia. Siapapun pelakunya, polisi harus segera menangkap. Kalau memang diijinkan, mahasiswa Pandeglang siap menangkap pelaku,” ujar salah seorang mahasiswa.

Korlap aksi Supiadi mengatakan, kematian almarhum Andri yang juga anak pertama dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pandeglang Mustandri, mengatakan, bahwa kematian almarhum Andri sangat tragis dan membuat luka semua kalangan.

“Ternyata Bandung sudah tidak aman dan bukan lagi disebut kota wisata dan pelajar. Disana sudah tumbuh geng motor yang setiap saat mengancam nyawa siapapun,” kata Ucul, disela-sela demo.

Katanya, genk-genk motor yang diduga sebagai pelaku pembunuhan, seharusnya mendapatkan pembinaan dan pelatihan yang rutin serta intens dari aparat kepolisian setempat karena keberadannya serta kebrutalannya sudah meresahkan masyarakat secara umum.

“Mana tanggung jawab pemerintah maupun aparat disana (Bandung, red),” tegas Supiadi.

Sementara itu, Ketua BEM STISIP Banten Raya, Deni Yang mengatakan, tindak kekerasan terhadap mahasiswa ternyata belum berakhir. Kejadian yang menimpa Andri, merupakan bukti kongkrit dari sekian banyak kasus-kasus kekerasan yang menimpa mahasiswa di Indonesia ini.

”Ini harus diusut tuntas, tangkap segera pelakunya. Pemerintah daerah-pun harus mengambil sikap, dan orang Pandeglang yang ada di Bandung, khususnya mahasiswa dan pelajar yang sedang menuntut ilmu disana, harus mendapatkan perlindungan,” harapnya.

Dalam aksi itu mahasiswa membawa poster besar berukuran 2×3 meter bertuliskan anacaman. “Geng Motor Bandung, Lewat Kadieu Beulah Hulu Dia, Tungguan Aing Mahasiswa Sa-Banten Ka Bandung, Nyawa Kudu Dibayar Nyawa”. Yang kemudian dipasang di pagar alun-alun setempat. [ndis]

KOMENTAR SERUU