Bayi Tanpa Muka
Saya baru tahu dari pihak Puskesmas kalau anak saya kembar dan salah satu bayi, posisinya menghalangi jalan lahir, karena bagian kaki berada di bawah. Karena itu, sesudah dua hari di Puskesmas, saya membawa istri saya ke RSI ini,"

Purwokerto, Seruu.com - Bayi tanpa muka dan tanpa tempurung kepala, Minggu (8/1/2012) pagi lahir di Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto (Jateng). Anak pasangan Ma’ani (45) dan Mualifah (33), warga Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes ini lahir kembar, laki-laki dan perempuan. Namun, kondisi bayi laki-laki terlahir tidak sempurna.

Menurut Keterangan dr Anton Sunaryo yang membantu persalinan Mualifah, bayi laki-laki tersebut terlahir nyaris tanpa muka. Semua bagian mukanya rata, tidak ada hidung dan mata. Bahkan, tempurung kepala juga tidak ada. Yang terlihat jelas hanya bagian mulut, selebihnya dari mulut ke atas rata. “Kondisinya sangat memperihatinkan dan sekarang bayi tersebut masih dalam inkubator," kata Anton, Senin (9/1/2012).

Dijelaskan Anton, bayi tersebut lahir kembar melalui operasi caecar. Bayi pertama lahir pukul 07.50 WIB, berjenis kelamin laki-laki, dengan berat 2 kilogram. Saat lahir, kondisi bayi tanpa hidung, mata dan tempurung kepala. Selain itu, kaki kirinya bengkak. Bayi kedua lahir pukul 07.55 WIB, dengan berat 1,9 kilogram, berjenis kelamin perempuan dan kondisinya normal.

Meskipun terlahir tidak sempurna, namun bayi laki-laki tersebut secara umum kondisinya cukup baik. Bisa menangis, kondisi jantungnya bagus dan warna kulit kemerahan seperti bayi normal.
Anton sendiri menolak untuk menjelaskan lebih lanjut terkait kondisi bayi tersebut.

Sementara itu, ayah bayi, Maani mengaku pasrah melihat kondisi anaknya. Menurut penuturan Maani, selama hamil, istrinya rutin memeriksakan diri ke bidan desa. Dua hari sebelum melahirkan, istrinya sudah dirawat di Puskesmas Cilibur, Paguyangan, Brebes. Pihak Puskesmas kemudian merujuk ke rumah sakit, karena posisi bayi dalam kandungan ada yang menghalangi jalan lahir.

”Saya baru tahu dari pihak Puskesmas kalau anak saya kembar dan salah satu bayi, posisinya menghalangi jalan lahir, karena bagian kaki berada di bawah. Karena itu, sesudah dua hari di Puskesmas, saya membawa istri saya ke RSI ini," tuturnya.

Maani mengaku baru mengetahui kondisi salah satu bayinya yang tidak sempurna sesudah lahir. Karena selama dalam kandungan tidak pernah menjalani pemeriksaan Ultrasonografi (USG) kehamilan. Bayi yang lahir dengan kondisi tidak sempurna tersebut merupakan anak ke empat Maani, sebelumnya ia sudah mempunyai tiga anak dan semuanya normal.

Maani yang hanya kuli bangunan ini, tidak menyangka anaknya lahir dalam kondisi cacat. Menurutnya, selama hamil, istrinya tidak pernah jatuh. "Saya pasrah saja, saya juga masih terkejut melihat kondisi anak saya. (py)

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU