Albert Einstein

Seruu.com - Sebanyak 45 bagian isi otak Albert Einstein  dipamerkan di Museum Mutter di Philadelphia Amerika.  Kurator Museum Mutter Anna Dhody menjelaskan bagian otak penemu Tiori Relativitas dibedah tujuh jam setelah meninggal dunia pada 1955.

Kemudian, Thomas Harvey ahli patologi mengambil isi otak itu untuk dikaji. Ternyata, aksi ini menimbulkan kontroversi karena tidak mendapat izin dari ahli waris pria berambut awut-awutan itu. Einstein dalam buku biografi yang ditulis oleh Ronald Clark (1971) menulis, "Einstein sangat setuju jika otaknya dipakai sebagai obyek penyelidikan dan meminta agar badannya juga diawetkan jika perlu."

Hans Albert Einstein anak Einstein setuju otak ayahnya diteliti dan hasilnya diterbitkan dalam jurnal yang terkenal. Harvey bersikukuh ahli waris Einstein telah memberikan izin, sementara sebagian lain menolak. Akibatnya, Harvey dipecat sebagai intelektual. Namun dia  tetap menyimpan otak super jenius itu. Demikian dikutip dari Harian Utusan Malaysia kemarin.

Selanjutnya, Harvey memberikan otak itu kepada William Ehrich ahli patologi dari Philadelphia. Setelah Ehrich meninggal dunia, otak itu diberikan kepada beberapa ilmuwan lain hingga akhirnya disimpan di Museum Mutter.

Hingga kini, peneliti belum tahu mengapa Einstein cerdas  ditinjau dari perkembangan otaknya. Kajian Lucy Rorke-Adams menunjukkan otak Einstein berusia lebih muda dari yang sepatutnya.

"Einstein meninggal dalam usia 76 tahun. Seorang manusia yang sudah tua. Namun jika melihat otaknya, kelihatan muda," ungkapnya.

Otak Einstein ditemui kembali pada 1978  yang disimpan dalam sebuah botol yang diisi dengan sebuah cairan jus apel selama lebih dari 20 tahun, [ndis]

KOMENTAR SERUU