Jakarta, Seruu.com - Suhardi alias Anggie, terdakwa kasus pemalsuan merek, sepertinya sulit untuk mengelak dari kejahatan yang dilakukannya. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (10/1) kemarin, saksi ahli merek dari Dirjen Merek Departemen Hukum dan HAM, Nova, menegaskan kalau kaos bermerek ‘Cressida dan Damor’ adalah milik PT Idola Insani.

Dia juga menegaskan, kalau kaos bermerek sama yang dijual di Toko Bintang milik terdakwa di Pasar Tanah Abang, Blok A Lantai 5 No.31, adalah palsu. "Soal palsu dan tidak, secara kasat mata bisa dilihat dari asesorisnya," ujar Nova di hadapan majelis hakim yang diketuai Jihad Arkanuddin.

Selain saki ahli merek, pada persidangan ini juga dihadirkan seorang pedagang asal Medan bernama Acang. Pemilik Toko Pakian Sukses Bersama ini mengaku, jika selama ini membeli kaos merek Cressida dan Damor kepada terdakwa. "Tapi saya tidak tahu, kalau kaso tersebut palsu," ujarnya.

Acang menambahkan, dia membeli kaos dari terdakwa dengan harga Rp25,5 ribu hingga Rp28 ribu, padahal harga yang ditetapkan oleh PT Idola Insani, selaku pemegang merek tersebut dipatok Rp89  hingga Rp100 ribu.

Kasus pemalsuan merek ini terungkap setelah pemilik PT Idola Insani, Suhaidy Ghobind, merasa curiga dengan turunnya penjualan produk mereka.

Lalu, dia memerintahkan karyawannya Fakhrudin untuk melakukan penelusuran. Dari hasil penelusuran inilah diketahui bahwa produk kaos mereka sudah dipalsukan dan dijual oleh terdakwa Suhardi.

Akibat pemalsuan yang dilakukan terdakwa sejak 2009 ini, PT Idola Insani mengalami kerugian sekitar Rp9,5 miliar secara meteri dan inmaterail.

Atas perbuatannya itu, terdakwa oleh Jaksa Nur Jamilah, dijerat dengan pasal 90 UU RI No.15 tahun 2001, pasal 91 UU RI No.15 tahun 2001, dan pasal 94 UU RI No.15 tahun 2001, tentang merek. [ndis]

KOMENTAR SERUU