Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., meresmikan Museum Bhakti TNI di Mabes TNI Cilangkap

Seruu.com - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., meresmikan Museum Bhakti TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (17/1/2012). Peresmian tersebut ditandai dengan penandatangana  Prasasti oleh Panglima TNI didampingi Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Kasal Laksamana TNI Soeparno, Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat dan Kapusjarah TNI Brigjen TNI M. Rusdi Zaini.

 

Dalam sambutannya Panglima TNI mengatakan, bahwa pembangunan museum ini diarahkan bagi pengembangan untuk mengedepankan soft power yang menjadi icon dalam hal defence and security pada era globalisasi saat ini, yang amat potensial dan dimiliki oleh bangsa Indonesia yang pada perjuangan dulu telah terbukti kekuatan dan keampuhannya.

Salah satu potensi soft power itu ada dan dimiliki oleh TNI berupa spirit dan tradisi kejuangan militansi yang telah begitu kuat mengakar dan menjadi naluri pada setiap dada prajurit TNI.

Berkat spirit dan tradisi kejuangan itu, bangsa Indonesia mampu meruntuhkan kesombongan hard power yang sangat diandalkan oleh penjajah dan sekutunya. Perintah Trikora berhasil merebut sasaran pokok dan memastikan tercapainya “ keberanian besar ’’, sehingga “Irian Barat kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi”.

Museum  dan Monumen perjuangan yang dibangun, pasti sarat dengan makna dan tujuan strategis bagi kepentingan kedepan, demikian juga Museum Bhakti TNI, memiliki kepentingan strategis yang dimaksudkan yaitu: pertama, sebagai persembahan terbaik dari generasi penerus bangsa khususnya TNI, kepada para Pahlawan Kusuma Banga, kepada para Pejuang Kusuma Negara, serta kepada para senior dan pendahulu yang telah mempersembahkan segala baktinya untuk bangsa dan negara, baik dari unsur rakyat, TNI maupun Polri.

Kedua, sebagai wahana edukasi, instruktif, inspiratif, dan rekreatif, sosialisasi serta internalisasi jiwa, semangat dan nilai kejuangan kepada setiap pelajar, mahasiswa serta generasi penerus bangsa apapun profesinya, utamanya kepada generasi penerus TNI. Ketiga, Museum beserta isinya memang benda-benda “diam” dan “bisu”, namun sejatinya sesuatu yang hidup.

Keempat, seiring dengan semakin melebarnya jarak “ Romantisme” perjuangan antara kita saat ini dengan para pahlawan dan pejuang terdahulu serta semakin menguatnya “gerusan globalisasi” terhadap jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan yang telah diwariskan, kiranya pembangunan museum seperti ini, dapat menjadi alat kendali sekaligus kontrol terhadap setiap generasi penerus bangsa.

Museum Bhakti TNI ditata sejak bulan Juli sampai dengan Desember 2011 meliputi ruang pameran tetap, ruang pameran temporer, ruang perkantoran, ruang teater mini dan ruang display serta terdiri dari 14 ruang, diantaranya Ruang 1 diisi Panji-Panji TNI, visi dan misi TNI. Ruang 2 diisi foto-foto Operasi Militer, Operasi Trikora, Operasi Dwikora dan Operasi Seroja. Ruang 3 diisi foto-foto penumpasan Gerakan 30 September/PKI, mengatasi GPK Aceh dan mengatasi kerusuhan Ambon.

Selesai meresmikan Museum Bhakti TNI, Panglima TNI didampingi para Kepala Staf Angkatan dan Kapusjarah beserta tamu undangan melaksanakan peninjauan keseluruh ruangan Museum Bhakti TNI diiringi lagu-lagu perjuangan.  [puspen]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU