Kini, Kereta Api Ekonomi yang didatangkan ke Jakarta semuanya telah dilengkapi dengan AC. Sudah tidak ada juga KA Ekonomi baru tanpa AC,

Jakarta, Seruu.com - Kepala Daerah Operasi (Ka Daop) I PT Kereta Api Indonesia Purnomo Radiqy menguraikan nasib akhir kereta api ekonomi adalah menjadi besi tua.

"Ya nanti setelah semua kereta api Ekonomi ditarik, kami akan menjualnya sebagai besi tua ke Cilegon,” ujarnya dalam mediasi di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ,Selasa, (17/1/2012).

Penjualan kereta ekonomi tersebut bertujuan untuk menyediakan lahan parkir bagi kereta-kereta baru yang segera datang. "Hingga saat ini, PT Kereta Api masih memiliki 12 hingga 13 kereta ekonomi lama yang beroperasi. “Mereka umurnya lebih dari 40 taun,” kata Purnomo.  

Selama ini, Ia mengaku bahwa  PT Kereta Api selalu membeli kereta bekas.  Alasannya demi pertimbangan harga. Kereta bekas harganya hanya sepuluh persen dari kereta baru. Usia operasionalnya pun masih berkisar antara 15 hingga 20 tahun. Sedangkan kereta baru mampu bertahan sampai 30 taun. Meski lebih baik,  tapi jika PT Kereta Api mendatangkan kereta baru, tarif tiket harus dinaikkan empat kali lipat.

"Kini, Kereta Api Ekonomi yang didatangkan ke Jakarta semuanya telah dilengkapi dengan AC. Sudah tidak ada juga KA Ekonomi baru tanpa AC,” kata Purnomo.

PT Kereta Api sendiri mengaku dilema, karena di satu sisi masih ada golongan masyarakat yang tidak mampu membeli tiket untuk menikmati fasilitas kereta baru.

"Tapi mempertahankan kereta  ekonomi yang usianya sudah melebihi 40 tahun juga bisa menjadi masalah. Karena jika kereta ekonomi lawas ini mengalami gangguan, maka imbasnya akan dirasakan oleh para penumpang yang menaiki kereta lainnya, di jalur yang sama," tukasnya. [ndis]

KOMENTAR SERUU