Jakarta, Seruu.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi memasang bola-bola beton di beberapa titik diatas lintasan untuk menghalau dan menimbulkan efek jera terhadap penumpang yang duduk di atas atap kereta api.

Humas Daops I PT KAI Mateta Rizalulhaq menjelaskan, gawang beton itu dipasang di tiga titik, yaitu di Bekasi Jaya dan Bekasi Timur tak jauh dari stasiun kereta api Bekasi, dekat Stasiun Tambun, serta Stasiun Cikarang. Untuk saat ini bola penghalau penumpang tersebut terpasang di Km 27,100, tepatnya di antara jembatan gantung dan perlintasan kereta api Proyek, Bekasi, di dekat Jalan Haji Agus Salim, Bekasi

Bolo-bola beton yang memiliki berat sekitar 3 kg per biji tersebut dipasang di gawang, terdiri dari dua bagian yang tersambung menjadi satu, melintang di kedua sisi jalur rel kereta api, baik dari arah Bekasi-Tambun maupun sebaliknya. Pada setiap gawang tergantung 12 bola beton yang diperkirakan memiliki jarak antara atap kereta dengan bola-bola beton berdiameter 10 cm tersebut sekitar 25 cm.  

"Kalau sudah terpasang sulit bagi penumpang ada di atap. Efeknya sangat berbahaya. Bahkan bisa menyebabkan penumpang jatuh, makanya kita sudah meminta tiap-tiap stasiun untuk mensosialisasikan ini," kata Mateta.

PT KAI lanjut Mateta juga sudah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah penumpang tetap nekat naik di atap. Di antaranya kereta tidak akan jalan jika ada penumpang di atap. “Kita juga menyiapkan petugas untuk menurunkan mereka dari atap kereta," terangnya.

Pemasangan alat-alat untuk mencegah penumpang naik di atap kata Mateta, bukan dilakukan dalam rangka mencelakakan penumpang. "Semata-mata dilakukan untuk mendukung adanya pasal pelarangan naik di atap, karena itu sangat berbahaya," tuturnya.

Pasal 207 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkereta Apian menyebutkan, setiap orang atau penumpang dilarang berada di kabin masinis, sambungan, atap dan tempat-tempat yang bukan peruntukannya. Ancamannya 3 bulan kurungan dan denda Rp15 Juta. [jf]

KOMENTAR SERUU