Bekasi, Seruu.Com - Bola beton kembali dipasang oleh petugas Stasiun Kota Bekasi, Jawa Barat, di tiga titik lintasan kereta api. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penumpang yang naik ke atap kereta.

Tampaknya, pemasangan bola beton ini dinilai efektif. Pasalnya, sejak pemasangan tersebut, petugas Stasiun Kota Bekasi belum melihat adanya penumpang yang nekat naik ke atas gerbong.

"Sejauh ini masih efektif. Baik kereta dari arah timur (Cikampek) dan sebaliknya, tidak ada penumpang yang naik di atap. Kalau ada yang naik dari stasiun, kami turunkan sebelum kereta berangkat," ujar Eman Sulaiman, Kepala Stasiun Kota Bekasi, Jumat (20/01).

Setelah di Stasiun Bekasi, kata dia, rangkaian bola serupa akan dipasang pula di Stasiun Tambun, Stasiun Cikarang, dan Stasiun Lemah Abang. Pada titik-titik tersebut tengah dilakukan pengerjaan konstruksi tiang untuk menggantungkan rangkaian bola.

"Direncanakan pada Selasa (24/1/2012), rangkaian bola telah terpasang hingga total ada empat titik termasuk di Jembatan Proyek, Bekasi Timur," ujarnya.

Menurut Eman, alasan pembangunan baru di tiga lokasi tersebut karena dinilai memiliki penumpang atap yang paling banyak, khususnya kereta arah Cikarang, menyusul tidak adanya sambungan arus listrik di kawasan tersebut.

Bola-bola beton yang akan dipasang berdiameter 15 sentimeter. Di lokasi itu berdiri konstruksi palang setinggi lima meter untuk menggantungkan bola-bola tersebut. Dalam satu jalur terdiri atas 12 bola yang terpasang melintang selebar gerbong kereta. Adapun jarak dari bola satu ke bola yang lain 5 sentimeter.

"Penumpang di sisi atap gerbong mana pun akan kena. Kalau kena itu, lumayan. Kepala bisa pecah karena satu bola beratnya 3 kilogram," ujar Eman.

Namun, Eman mendapati laporan petugas dari Stasiun Tambun bahwa ada penumpang yang nekat menumpang di atap gerbong karena telah membekali diri dengan helm untuk melindungi kepalanya dari benturan bola.

"Kami sudah siap menangkap di stasiun kalau memang dia berhasil melewati bola-bola itu. Tapi sebelum sampai di posisi bola terpasang, penumpang itu langsung turun. Sepertinya nyalinya langsung ciut," kata Eman.

Ia menambahkan, jarak 25 sentimeter antara bola dengan atap gerbong sebenarnya masih dapat diakali penumpang-penumpang yang nekat. Mereka bisa saja tiarap di atas gerbong saat kereta akan mencapai rangkaian bola beton tersebut. Ada juga penumpang yang baru naik ke atas gerbong saat kereta telah melalui rangkaian bola tersebut.

"Cara itu hanya untuk orang-orang yang nekat. Sebab kalau gagal dan membentur bandul akan terpental," katanya. [er]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU