Seruu.Com - Siapa yang tak kenal dengan Stephen Hawking. Ya, sang Fisikawan ini, memiliki banyak sisi kehidupan yang seharusnya memberikan banyak pelajaran bagi Dunia. Begitu berpengaruhnya Hawking, sebuah Museum di Inggris pun membuat Sebuah pameran Sains yang memamerkan foto dan dokumen yang menyertai kehidupan Stephen Hawking.

Seorang mahasiswa yang gemar bertingkah laku konyol, seorang ilmuwan muda yang bersemangat, dan pria yang mencintai keluarga. Itulah sisi seorang Stephen Hawking yang tak banyak orang tahu.

Dan sisi itulah yang diperlihatkan dalam sebuah pameran di Museum Sains di London yang dibuka Jumat (20/2) yang memang bertujuan untuk memperlihatkan sisi kemanusiaan ilmuwan terkenal ini. Dalam pameran itu diperlihatkan artefak-artefak kehidupan Hawking berupa sketsanya, surat-surat, dan foto dari koleksi keluarganya.

"Ada imaji stereotip yang kita miliki berupa Hawking duduk di kursi roda menatap bintang-bintang, sambil mengatakan sesuatu yang mendalam tentang alam semesta. Padahal banyak hal tentang dirinya selain itu," kata Alison Boyle, kurator astronomi di museum itu.

Hawking, 70 tahun, terkenal atas teorinya tentang lubang hitam dan buku-buku populer yang ditulisnya yang telah membantu menuntun pemahaman orang-orang non akademis tentang kosmologi, teori kuantum, dan teori astrofisika.

Ia semakin disorot ketika Hawking mengidap penyakit Lou Gehrig, kelainan degeneratif yang tak bisa disembuhkan yang membuatnya hampir lumpuh dan menjadikannya tergantung mesin robot yang membantunya berkomunikasi.

Banyak foto-foto yang ditempelkan di dinding Museum Sains ini memperlihatkan figurnya sebelum terduduk di kursi roda. Di antaranya foto-fotonya di kala muda, saat bersandar di sepedanya di sebuah jalan bersalju, dan memegang kamera di Universitas Oxford. Foto lainnya memperlihatkan Hawking dengan anak-anaknya saat mereka di depan komputer atau balap lari di halaman.

Kemudian dipamerkan pula catatan-catatan riset Hawking, diagram outline dari teori-teorinya, dan sebuah surat resmi pada tahun 1974 kepada editor Nature yang menjelaskan tentang sebuah penemuan. "Aku menyadari surat ini sedikit panjang, namun hasilnya cukup sensasional," tulis Hawking di surat itu.

Pameran di Museum Sains itu terbilang sederhana dan beberapa materi--salinan lama buku A Brief History of Time milik Hawking dan berbagai penghargaan yang diraihnya--mungkin hanya menarik secara terbatas. Namun beberapa artefak--termasuk sebuah lukisan potret dari tahun 1978 yang jarang diketahui orang yang dilukis pelukis terkenal Inggris David Hockney--akan menggetarkan hati para penggemar Hawking.

Pameran ini terbuka untuk umum dan gratis yang berlangsung hingga 9 April.

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU