Apriani saat diminta keluar oleh polisi setelah tabrak 13 orang pejalan kaki (capture video amatir)

Jakarta, Seruu.com - Pihak keluarga almarhum Firmansyah, menuntut pelaku "Xenia maut" segera dihukum berat. Mereka sangat terpukul atas tragedi Tugu Tani tersebut akibat kecerobohan pelaku saat berkendara. Apalagi saat mengetahui hasil tes urine dari kepolisian bahwa Apriani Susanti, so[ir Xenia maut gunakan sabu dan tenggak miras sebelum kejadian.

"Saya minta pelaku dihukum mati aja. Menantu saya lagi hamil 7 bulan mas, dia enak aja mabok sambil nyetir" ucap Yusuf dengan raut sedih usai pemakaman anaknya di Tempat Pemakaman Umum Kawi-Kawi, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Senin (23/1).

Ia kecewa dengan keluarga pelaku yang tidak hadir di tengah keluarga korban untuk sekadar sampaikan permohonan maaf. "Sebaiknya pelaku atau keluarga korban jangan diam aja. Kasarnya mohon maaf aja belum," lirihnya sambil mengusap airmata yang berlinang.

Yusuf juga menambahkan bila istri almarhum saat ini tengah hamil tujuh bulan. "Firman, anak kedua saya. Istrinya tengah hamil tujuh bulan," tuturnya parau.

Firmansyah merupakan anak kedua dari Yusuf dan Sadiyah. Mereka keluarga sederhana yang tinggal di perkampungan padat penduduk di kawasan Tanah Tinggi XII, Johar Baru, Jakarta Pusat. Dalam kesehariannya, Firman bekerja sebagai office boy atau pesuruh di salah satu perusahaan swasta di kawasan Mardani Jakarta Pusat.

Ia tewas bersama tiga rekan lainnya, yakni Buhari bin Mulyadi, M. Akbar Bin Kasmin, M. Huzaifah bin Sutanto seusai olahraga pagi di Lapangan Monumen Nasional atau Monas. Keempatnya disapu mobil Xenia yang dikemudikan Afriani Susanti (29) dalam kecepatan 100 km/jam, dan menewaskan sejumlah orang yang sedang berjalan di trotoar.

Sementara Yadi (49), ayah kandung Buhari (16) yang akrab dipanggil Ari, salah satu dari sembilan korban tewas kecelakaan maut di Gambir, Minggu (22/1/2012), menuntut hukuman maksimal bagi pengemudi Xenia, Apriani Susanti (29).

"Jangan sampai hukumannya murah. Dia anak tunggal saya. Saya dan warga di sini sudah sepakat untuk demo jika dihukum ringan. Minimal penjara seumur hidup," kata Yadi di rumahnya di RT 12 RW 7 No 20, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2012).

Ari tinggal bersama Yadi sejak bayi, tak lama setelah Yadi berpisah dengan istrinya atau ibu kandung Ari, Siti Khodijah (45). Hubungan keduanya amat dekat. Kecelakaan yang merenggut nyawa Ari amat memukul Yadi. [gendis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU