Foto Apriani Susanti (twitter)

Jakarta, Seruu.com - Suwarto, salah satu korban dalam kecelakaan maut di depan Kantor Pelayanan Pajak Jakarta, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, tidak bisa menyembunyikan tubuhnya yang gemetar. Dia menjadi salah satu korban yang selamat dalam kejadian yang menewaskan delapan orang itu.

"Mobilnya kencang sekali, pengemudinya seperti orang mabuk. Bukan rem blong, tapi kakinya yang gila," katanya saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (22/1). Suwarto yang saat kejadian sedang berjalan kaki, mengatakan, sesaat setelah kejadian, sang sopir tidak mau disalahkan ketika dimarahi Suwarto.

Bahkan, sopir yang diketahui seorang ibu-ibu itu, malah marah-marah padanya. "Dia marah-marah dan ngomel-ngomel, padahal sudah berapa yang dia bunuh. Saya tidak tahu, hampir saja nyawa saya hilang," kata Suwarto yang tampak masih emosional di sekitar lokasi kejadian, hari Minggu lalu.

Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur itu menuturkan, sopir mobil Xenia dan penumpangnya beruntung tidak dihakimi massa karena petugas kepolisian dan keamanan gedung segera mengamankan mereka. Tetapi, dia menuntut agar mereka mendapatkan hukuman yang berat. "Saya siap jika dijadikan saksi oleh Pak Polisi," ucapnya.


Apriani Susanti (29) tahun akhirnya ditetapkan menjadi tersangka atas aksi maut dan ugal-ugalan diatas mobil Xenia yang dikemudikannya dengan kecepatan 100 KM / jam di kawasan Tugu Tani. Polisi dalam keterangan resminya memastikan Apriani yang ditangkap dalam kondisi tidak memiliki SIM dan STNK kendaraan tersebut terbukti mengkonsumsi narkoba dan miras sebelum akhirnya menabrak 13 orang dimana 9 diantaranya meninggal dunia termasuk seorang balita 2,5 tahun dan seorang wanita yang tengah mengandung.

Menurut Kasubdit Gakum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Sudharmanto, berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik dari para saksi, mobil tersebut bukanlah milik Apriani. "Ini mobil temannya," kata Sudharmanto di kantor Unit Laka Lantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan.

Sementara Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Nugroho Aji menyatakan, pengemudi "Xenia maut", Apriani Susanti dan ketiga temannya Deny Mulyana (30), Adistira Putri Grani (26), serta Arisendi (34) menjadi tersangka kasus narkoba. Hal itu berdasarkan hasil tes urine di RS Kramat Jati, Jakarta Timur, yang menunjukkan mereka positif mengonsumsi narkoba.

"Keempatnya sudah menjadi tersangka kasus penggunaan narkoba," kata Nugroho Aji di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1).

Diluar itu semua, pemakaman yang mengharukan dan dihadiri ribuan orang digelar hari Senin kemarin di Jakarta dan Jepara. Keluarga tampak sangat terpukul karena 4 dari 9 orang yang meninggal masih dalam 1 keluarga. Tidak ada satupun perwakilan dari pelaku baik dari keluarga, rekan dan kerabatnya yang hadir sebagai bentuk pertanggungjawaban dan rasa belasungkawa mereka. Hanya sejumlah pembelaan yang terkesan egois dari rekan-rekan Apriani yang bercuitan di Twitter, persis sama dengan sikap angkuh dan sombong pelaku disaat usai mobilnya menghantam para korban dijalanan.

Meski narkoba menjelaskan semua namun tampaknya aksi layaknya 'drunken master' diatas mobil xenia memicu kemarahan publik yang sebagian kecil tertumpah di akun twitter @sinengapril milik Apriani. [gendis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU