Maia Estianty (Ipul/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com -Ancaman hukuman enam tahun penjara kepada Apriani Suasanti (29) sopir Xenia maut yang belakangan diketahui sempat pesta miras dan narkoba sebelum melakukan aksi 'Drunken Master' dengan mobilnya dan menabrak hingga tewas 9 orang serta membuat 4 orang lainnya terkapar di RS dengan luka patah leher hingga tulang dinilai sejumlah pihak terlalu ringan.
 

Pencipta lagu dan penyanyi Maia Estianty, salah satunya yang mengiyakan hal tersebut. Menurutnya, ancaman hukuman masih terlalu ringan, terlebih si pengemudi juga dikabarkan tengah 'nge-fly' saat mengendarai kendaraan miliknya.

"Kalau terbukti, ya lima-enam tahun terlalu sedikit, apalagi kalau terbukti sengaja dia makai (narkoba)," ujar Maia saat ditemui di Jakarta, Senin (23/1/2012) malam. "Menurut aku harus lebih. Hah, pas lihat videonya, sampai nabrak dan sembilan orang meninggal," timpal Mey Chan.

Meski begitu mereka yakin tak ada musibah yang tak bisa diambil hikmahnya. Seperti pada kecelakaan maut ini, Maia dan Mey Chan menyadari bahwa maut bisa kapan saja menjemput, dan penggunaan narkoba tidak dibenarkan apapun alasannya.

"Jangan menggunakan narkoba, bisa merusak, orang lain jadi celaka, otak dan badan rusak, akhirnya merugikan masyarakat. Ya orang bisa mendapatkan musibah, maut tidak mengenal tempat, waktu, dan siapa orang itu," ucapnya.

Maia juga Mey Chan berharap proses hukum pelaku bisa cepat selesai dan mendapat hukuman yang setimpal. Mereka juga berharap keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan, kepasrahan, juga ikhlas dalam menghadapi cobaan. [gendis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU