Jakarta, Seruu.com - Sejak ditangkap dan diperiksa di kepolisian hingga saat ini, Apriani Susanti (29), pengemudi mabuk yang menabrak 13 orang dan menyebabkan 9 orang termasuk balita dan ibu hamil tewas seketika dengan mobil Xenia hitam pinjaman yang dipakainya belum mengucapkan permintaan maaf.

Rekaman terakhir yang diucapkan langsung oleh Apriani saat ditemui wartawan hari Minggu lalu adalah ekspresi biasa dan wajah yang ditutupi syal hitam saat tiba di kantor polisi. "Udah mas jangan tanya itu lagi," ucap Apriani saat wartawan menanyakan sikapnya soal kejadian naas Minggu (22/1/2012) pagi di kawasan Tugu Tani tersebut.

Baik pihak keluarga maupun kuasa hukum gadis yang menurut polisi terbukti positif menggunakan narkoba dan menenggak minuman keras sebelum menabrak 13 orang, juga tidak ada yang mendatangi keluarga korban untuk menyampaikan pertanggungjawaban maupun rasa belasungkawa.

Bahkan polisi menilai bahwa Apriani Susanti tidak menunjukkan ekspresi wajah penyesalan saat penyidik meminta keterangan terkait penggunaan obat terlarang. "Wajahnya tidak ada ekspresi," kata Kasubdit II Psikotropika Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Eko Saputro di Polda Metro Jaya, Selasa (24/1/2012).

Eko mengatakan hal yang sama juga terjadi ketika penyidik memeriksa tiga teman yang turut menumpang mobil Xenia tersebut yakni Arisendi (34), Denny Mulyana (30), dan Adistina Putri Grani (25). "Mungkin karena pengaruh obat," imbuhnya.

Sementara permohonan maaf itu penting sebagai bentuk tanggungjawab Apriani dan 3 rekan 'nyabunya' kepada masyarakat dan keluarga korban yang ditinggalkan.

Keluarga korban tabrakan maut di trotoar Tugu Tani, Jakarta Pusat asal Jepara usai pemakaman menyatakan hal tersebut, Mereka menuntut tanggung jawab Afriyani Susanti, sopir Daihatsu Xenia B2479XI yang menewaskan sembilan orang. Keluarga meminta pelaku meminta maaf atas kelalaiannya dalam mengemudi dalam kondisi mabuk minuman dan narkoba.

Perwakilan keluarga, Rochmari (53) mengungkapkan, bahwa pihak keluarga meminta pelaku meminta maaf dan menanggung biaya perawatan ketiga kerabatnya serta memberikan kompensasi terhadap korban meninggal. “Selebihnya kami menyerahkan ke proses hukum agar pelaku mendapat hukuman yang setimpal,” kata Rochmani, Selasa (24/1/2012).

Keempat korban dari keluarga Rochmani terdiri Nanik Riyanti (25), Sigit Yusuf (2,5), serta ibu dan anak, Suyatmi (51) dan Pipit Alfi Fitriasih (18). Selain itu, empat kerabat masih dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta Pusat. Mereka adalah Teguh Hadi Purnomo (30), Siti Muqaromah (30), Indra (13) dan Keny (8). [musashi]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU