Jakarta, Seruu.com - Banyaknya tanggapan dari politisi dan kalangan masyarakatmengenai rendahnya ancaman hukuman pengemudi maut Afriani Susanti (29 tahun) mendapat tanggapan dari Polda Metro Jaya.  Masyarakat protes, karen pekerja lepas di sebuah rumah produksi tersebut  hanya diancam enam tahun pidana penjara. Padahal, sopir mabuitu telah menewaskan 9 orang dan 4 luka berat.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Dwi Sigit Nurmantyas mengatakan, banyaknya pelanggaran yang dilakukan tersangka bisa membuatnya mendapatkan hukuman yang lebih berat. Namun semua dirserahkan kepada proses persidangan dan hakim yang memutuskan.

"Hukuman tersangka bisa lebih dari enam tahun. Semuanya tergantung hakim," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (24/1). Menurutnya Polisi hanya bertugas mengenakan pasal kepada tersangka.

Sementara Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menambahkan, kecelakaan akibat pengaruh narkoba membuat polisi akan mengintensifkan antisipasi penggunaan narkoba. "Kami akan melakukan razia di tempat dan jam tertentu," ujarnya kepada Republika.

Menanggapi rendahnya hukuman Afriani, Rikwanto mengatakan, kondisi pengemudi yang mabuk dan dalam pengaruh narkoba dapat menjadi pertimbangan hakim untuk menambah ancaman hukuman tersangka. "Bisa saja hakim mengambil hukuman yang terberat," katanya.

Pengemudi Xenia maut yang menewaskan sembilan orang tersebut, dikenai pasal lalu lintas berlapis, yaitu pasal 283 karena mengendarai kendaraan secara tidak wajar, pasal 288 ayat 1 dan 2 karena tidak memiliki STNK dan SIM dan pasal 310 karena mengakibatkan orang lain terluka dan kehilangan nyawa. [gendis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU