Jakarta, Seruu.com - Keluarga pelaku tabrakan maut, Afriani Susanti, akhirnya buka suara setelah tiga hari tak muncul di depan publik. Keluarga akhirnya menyatakan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.

“Kami mewakili kakak kami dan keluarga kami menyampaikan rasa duka sedalamnya. Dan kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban,” kata adik kandung Afriani, Ruli, saat berdialog di acara tvOne, Rabu (25-1).

Ruli saat itu tiba bersama ibu kandungnya, Yunaeli, dengan mengenakan pakaian serba hitam. Keluarga Afriyani hingga kini masih tak percaya akan musibah yang menimpa perempuan berawak tambun tersebut. Hampir setiap kali ditanya, Sang Ibu hanya mampu menitikan air mata.

“Kami sampai sekarang belum sempat ketemu Afriani. Bahkan, saya sendiri tidak sanggup menyaksikan berita di televisi soal musibah ini,” kata Yurnaeli.

Namun dalam acara talkshow tersebut tidak disampaikan rencana keluarga Apriani untuk mendatangi keluarga korban dan menyampaikan permohonan maaf dan pertanggungjawaban mereka seperti yang dituntut oleh keluarga para korban.

Sebagaimana diketahui, perempuan bernama Afriani mendadak menjadi pembahasan di media massa ataupun jejaring sosial akibat aksi konyolnya yang menabrak belasan orang di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, hingga mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia dan sejumlah orang mengalami luka cukup serius.

Cibiran terhadap Afriani bertambah setelah diketahui dirinya sempat mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu sebelum mengendarai mobil Daihatsu Xenia warna hitam. Saat ini, Afriani masih mendekam di balik jeruji Polda Metro Jaya.

Begitu dahsyat pengaruh narkoba hingga membuat nurani mati. Polisi menuturkan bahwa sesaat setelah menabrak 13 orang, sembilan diantaranya tewas Apriyani Susanti tak menunjukkan penyesalan. Bahkan, selama pemeriksaan hingga Senin (23/01) Ani, panggilan Apriyani, tak juga menunjukkan kesedihan.

Baru, pada pemeriksaan lanjutan Selasa (24/01) kemarin, kesadaran Ani mulai pulih. "Sekarang dia mengaku menyesal, matanya sembab seperti habis menangis," ujar salah seorang penyidik Direskoba AKP Ismail yang ikut dalam pemeriksaan sopir Xenia pembawa maut itu.

Ani juga sering diam dan melamun. "Sekarang sering menunduk, tangannya dipukul-pukulkan, - ujarnya sembari menirukan gerakan memukul telapak kiri dengan genggaman tangan kanan. [gendis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU