Padang, Seruu.com - Tim Peneliti Hewan dari Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat, menemukan seekor harimau Sumatera di kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi (HPPB) Bukit Barisan pada Minggu, 15 Januari 2012.

"Pada saat mengecek kamera trap otomatis yang dipasang di HPPB, tertangkap foto harimau Sumatera yang sedang melintas di kawasan hutan penelitian sekitar 500 meter dari batas kampus Unand dengan hutan," kata ketua Tim Peneliti Hewan Vertebrata Jurusan Biologi FMIPA Unand Dr Wilson Novarino, di Padang, Rabu (25/1/2012)

Dia mengatakan, Harimau Sumatera tersebut terlihat pada kamera oleh seorang mahasiswa semester VIII, Junaidi, saat melihat hasil penelitian tentang mamalia di HPPB Unand pada Minggu pukul 05.25 WIB.

Menurut Wilson, tempat munculnya harimau itu berdekatan dengan kawasan HPPB yang berhubungan langsung dengan area hutan pegunungan Bukit Barisan.

"Fakultas Biologi Unand akan melakukan koordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, mengenai konservasi harimau ini," katanya.

Dia mengatakan, untuk selanjutnya tim akan memonitoring aktivitas harimau Sumatera ini terutama jumlah populasinya.

Ia menyebutkan, cukup banyak juga dosen yang terlibat dalam konservasi sumber daya alam salah satunya melalui kerja sama dengan BKSDA tersebut.

Selain itu beberapa diantaranya merupakan anggota Forum Harimau Kita yang merupakan kumpulan orang yang tertarik dan ingin mendalami masalah harimau Sumatera. Bahkan katanya, sudah ada beberapa penelitian tentang aktivitas harimau dan mamalia lainnya yang di HPPB Unand.

Menurut dia, usaha ini bertujuan agar kawasan HPPB Unand dapat menjadi salah satu wilayah konservasi harimau Sumatera. "Penelitian terhadap aktivitas, habitat, serta populasi harimau dan hewan lainnya bersifat berkelanjutan," katanya.

Dia menjelaskan, penelitian ini berupa pengamatan langsung dan tidak melalui kamera trap.

Menurutnya, kamera itu dipasang di bagian hutan sejak tahun lalu, akan secara otomatis memfoto jika ada pergerakan hewan yang terdeteksi oleh sinar infra merah.

Untuk hasilnya katanya, kamera akan dan dicek setiap dua minggu sekali, ini digunakan untuk mengambil foto dari beberapa aktivitas hewan terutama mamalia.

Aktivitas mamalia sulit terdeteksi katanya, oleh sebab itu pemasangan kamera ini dekat dengan pergerakan dan habitatnya. "Kemungkinan Unand satu-satunya kampus yang ada harimau Sumatera liar di kawasannya," katanya [ndis].
 

KOMENTAR SERUU