Seruu.com - Setiap lokasi, baik itu rumah, gedung perkantoran, ataupun ruang publik memiliki energi tersendiri yang menyelimutinya. Dalam ilmu feng shui, energi tersebut dibagi dua, yakni energi positif (chi) dan energi negatif (sha chi).

Menyoroti lokasi kecelakaan maut mobil Xenia akibat pengemudinya dalam keadaan mabuk, hingga menewaskan sembilan orang, yang terjadi pada Minggu 22 Januari lalu, dipercaya tidak terlepas dengan peran kedua energi tersebut.

“Satu lokasi di mana ada kejadian kematian yang tidak wajar, seperti pembunuhan dan kecelakaan. Maka secara metafisika akan menjadi lokasi yang banyak mengandung energi negatif. Mungkin bisa disebut sebagai lokasi angker,” ungkap Ahli Feng Shui Aries Hardjanto, Rabu (25/1/2012).

Aries melanjutkan, dari sudut pandang feng shui lokasi demikian, tidak akan baik untuk hunian dan ruang publik. “Dengan adanya kejadian atau tragedi maka akan memperburuk energi sha chi yang nantinya akan membawa petaka, bencana, tidak sejahtera, bahkan kecelakaan,” imbaunya.

Pada lokasi tersebut, lanjutnya, terdapat energi sha ci yang cukup besar. “Hal ini disebabkan karena lemahnya energi chi lantaran berada di garis persimpangan antara sektor mata angin pada kompas feng shui,” Aries.

Garis persimpangan, atau garis mati, dalam feng shui lebih dikenal dengan sebutan kong wang tu. Garis ini membawa malapetaka bagi siapa yang tinggal atau beraktivitas di situ.

Aries menjelaskan, lokasi kecelakaan, selain memang dibayangi garis kong wang tu, nantinya akan menjadi salah satu lokasi angker.

Untuk menyiasati hal ini, Aries menyarankan supaya pihak berwenang melakukan mendesain ulang jalan di lokasi kecelakaan atau me-relayout.

“Re-layouting diterapkan pada lajur jalan sesuai dengan pemetaan kompas feng shui, dengan harapan jalur jalan tersebut bisa bergeser beberapa derajat dari garis kong wang tu,” sarannya.

Jika sudah bergeser, lanjutnya, kemungkinan untuk kecelakaan akan bisa diminimalisir. “Jangan lupa juga untuk memasang tanda rawan kecelakaan, atau tanda hati-hati sebelum mengarah ke jalan itu, agar pengemudi bisa lebih waspada,” tandasnya.

Garis Mati

Lokasi kecelakaan maut itu memang dinilai sebagai lokasi yang membawa malapetaka karena letaknya yang berada di garis persimpangan sektor delapan arah mata angin pada kompas feng shui.

Garis persimpangan ini menurut Master Feng Shui Aries Hardjanto, membawa kemalangan bagi siapa saja yang beraktivitas di lokasi tersebut. Jika memiliki rumah di garis itu, maka tidak akan sejahtera, dan bila lokasi itu adalah ruang publik, maka akan kerap menimbulkan kecelakaan dan keburukkan.

“Garis persimpangan atau garis mati, dalam feng shui disebut dengan kong wang tu, yang mana berarti adalah garis yang memisahkan sektor-sektor mata angin pada kompas feng shui. Garis ini memiliki energi positif (chi) yang lemah,” ujar Aries.

Aries mengulas, terdapat delapan garis kong wang tu pada kompas magnet feng shui. Adapun kedelapan garis tersebut adalah 22,5 derajat antara sektor utara dan timur laut, serta 67,5 derajat antara sektor timur laut dan timur.

Selanjutnya adalah 112,5 derajat di antara sektor timur dan tenggara, 157,5 derajat antara sektor tenggara dan selatan, 202,5 derajat antara selatan dan barat daya, 247,5 derajat antara sektor barat daya dan barat, 292,5 derajat antara sektor barat dan barat laut, serta 337,5 derajat diantara sektor barat laut dan utara.

“Garis kong wang tu inilah yang perlu diwaspadai. Pasalnya lokasi dengan koordinat seperti yang disebutkan tadi, memiliki aliran chi yang lemah dan bisa digantikan dengan energi negatif (Sha Ci), sehingga bisa menyebabkan ketidak beruntungan, malapetaka, dan kecelakaan,” imbaunya. [ndis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (2 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU