Bekasi, Seruu.Com - Aksi demonstrasi buruh se-kabupaten Bekasi, yang menyebabkan aktivitas produksi di kawasan-kawasan industri lumpuh total. Tak hanya itu, ribuan buruh pun melakukan pemblokiran terhadap jalan Tol arah Jakarta-Cikampek. Akibatnya, kemacetan pun hingga puluhan kilometer pun tak dapat dihindarkan.

Menanggapi aksi ini, Kapolda Metro jaya, Inspektur Jenderal Untung S. Rajab, mengancam akan melakukan pembubaran paksa bila aksi buruh yang menutup ruas tol Jakarta-Cikampek terus berlangsung.

"Kalau mau unjuk rasa harus sesuai dengan aturan hukum, ya wajar saja jalan itu kan haknya masyarakat," kata Untung di Jakarta, Jumat (27/01).

Menurutnya aksi itu dapat menimbulkan anarkisme yang memicu kekacauan. "Ini menjurus kepada anarkisme, negara ini kan negara kita semua. Jadi kalau dipaksa perusahaan gulung tikar nanti malah tambah susah semuanya," ujarnya.

Ia berharap permasalahan antara buruh dan perusahaan dapat diselesaikan melalui jalan damai tanpa harus melakukan aksi penutupan jalan tol yang merugikan orang banyak.

"Harus ada musyawarah, azas negara ini kan musyawarah. Kalau tidak ketemu ya lewat jalur hukum itu saja. Tidak pernah diajarkan kalau di jalan merusak- rusak," ucap dia.

Seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya, bahwa aksi demo ini merupakan buntut dari atas putusan PTUN Bandung yang memenangkan gugatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kamis (26/01) kemarin.

Apindo menggugat SK Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.1540.Bangsos/2011 tentang kenaikan UMK di Kabupaten Bekasi menjadi Rp1,491.866 dari sebelumnya sekira Rp1,2 juta. [er]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU