Jakarta, Seruu.Com - Maraknya aksi demonstrasi buruh akhir-akhir ini di beberapa daerah, membuat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) merasa prihatin. Pihak Apindo juga berharap pemerintah tidak membiarkan konflik antara buruh dan pengusaha terus terjadi.

"Kami pengusaha yang tergabung dalam Apindo sangat menyesalkan aksi demo buruh yang menuntut kenaikan upah. Kami memahami kesulitan ekonomi yang kita hadapi bersama," tegas Ketua Apindo Anton J Supit kepada pers di Jakarta, Jumat (27/01).

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir ini sebenarnya hubungan industrialis antara pengusaha dan pekerja berlangsung harmonis. Hasilnya, situasi investasi di dalam negeri cukup kondusif sehingga Indonesia berhasil memetik peringkat investasi positif.

Tapi, lanjutnya, belakangan ini ada pihak-pihak yang berusaha merusak keharmonisan hubungan pengusaha dan pekerjanya. "Pada dasarnya pengusaha itu membuka lebar ruang dialog untuk membicarakan persoalan upah. Tapi kenapa memilih jalan demo yang telah mengganggu ketertiban umum," keluh Anton.

Senada disampaikan Hariyadi Sukamdani, Ketua Kadin Indonesia. Ia mempertanyakan kepastian hukum untuk melindungi para investor, baik lokal maupun asing. "Keberadaan pemerintah untuk menengahi masalah yang dihadapi pengusaha dan pekerja ini sangat diperlukan," katanya.

Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Sribugo Suratmo mengeluhkan kesan adanya pembiaran oleh pemerintah.

"Kok kami seolah-olah harus berhadapan sendiri dengan para pekerja yang tuntutannya sangat beragam. Pemerintahan, baik daerah maupun pusat kok kesannya cuci tangan," kata Sribugo.

Menurutnya, selama ini ada mekanisme yang baku yang biasa dilakukan, seperti pembicaraan bipartit antara pengusaha dan wakil pekerja. Jika masalah tidak terselesaikan, maka dilakukan secara tripartit dengan pemerintah sebagai mediator.

"Masalahnya, saat ini fungsi mediator tidak berjalan. Malahan persoalan upah yang telah disepakati dan disahkan pemerintah malah diingkari. Ini jelas merugikan semua pihak, baik industri maupun pekerja," kata Sribugo. [ksr]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU