ilustrasi Warteg

Jakarta, Seruu.com - Koperasi warung Tegal, Kowarteg meminta pemerintah daerah Jakarta meninjau ulang pajak yang akan dikenakan ke warung Tegal.

Ketua Kowarteg wilayah Jakarta Barat Agus Sugiarto mengatakan, mereka tidak menolak pemberlakuan pajak tapi meminta pengelompokkan warteg yang dikenakan pajak. Semisal yang beromset 200 juta perbulan.

"Kalau 200 juta per bulan itu mungkin bisa, ada warteg yang seperti itu. Kalau 200 juta per bulan berarti 6,6 juta per hari sampai 7 juta, kayak warteg artis, warteg tebet, tanah hak milik, konsumen juga tetap, omset dia stabil. Warteg itu gak semuanya sama Pak tapi kalau diterapkan Pemerintah 200 juta per tahun, per hari hanya 560 ribu, itu kayaknya sulit, omset juga tidak stabil." tuturnya, Jumat (27/1/2012).

Rencananya bulan Februari ini DPRD akan mengesahkan aturan yang mengenakan pajak pada warung tegal. Gubernur Jakarta Fauzi Bowo berpendapat pajak tersebut merupakan pajak restoran beromzet terkecil yaitu 200 juta rupiah per tahun.

Pengenaan pajak pada warteg ini sudah menjadi rencana sejak tahun lalu namun tertunda pelaksanaannya sampai kemudian dibahas kembali awal tahun ini. [kbr68h/ndis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU