ilustrasi

Jakarta, Seruu.com - Bak senjata makan tuan, tindakan JM (18) mahasiswi sekolah kebidanan yang mengaku telah diperkosa lima orang justru bisa dipidana karena memberikan laporan palsu. Ini lantaran laporannya soal perkosaan di pinggir rel kereta api Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ternyata cuma rekayasa.

Setelah menerima laporan JM, polisi menemukan berbagai kejanggalan. JM akhirnya mengaku dirinya berbohong karena malu telah berhubungan badan dengan Su (23), rekan yang baru dikenalnya.

Polisi yang tadinya memeriksa Su, yang diduga sebagai pelaku perkosaan, akhirnya akan berbalik memeriksa JM. JM dinilai telah membuat laporan polisi sehingga bisa dijerat pasal 220 KUHP tentang laporan palsu.

"Patut diduga bahwa laporannya palsu karena apa yang dia sampaikan tidak ada yang benar," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Minggu (29/1/2012).

Rikwanto mengatakan, polisi kini masih mendalami kemungkinan proses hukum terhadap JM. Secara hukum, kata Rikwanto, JM bisa dipidana karena membuat laporan palsu.

Dalam laporannya, JM (18) mengaku diperkosa lima pria tak dikenal di dekat pasar Kebayoran Lama pada Jumat (20/1/2012) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, korban hendak pergi ke rumah saudaranya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Korban mengaku diperkosa secara bergilir oleh lima pria itu dalam kondisi setengah sadar akibat dipukul pelaku di bagian belakang kepala.

Seusai diperkosa, korban dibuang di dekat rel Kebayoran Lama. Korban yang baru sadarkan diri pada Sabtu (21/1/2012) pun syok dan langsung kembali pulang ke kediamannya. Pada Sabtu malam, ia melaporkan kasus itu ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Polisi curiga terhadap laporan itu karena terjadi sejumlah kejanggalan. Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di pinggir rel kereta api Kebayoran Lama, pelapor tak dapat menunjukkan dengan pasti tempat ia dipukul dan diperkosa. Selain itu, antara lokasi kejadian dengan pos polisi sebenarnya berdekatan, tetapi korban tidak langsung melapor saat itu juga.

Namun dalam pengakuannya kepada polisi Su justru membuktikan bahwa JM 'menyerahkan diri' untuk berhubungan badan dengannya di sebuah kamar kos di Ciputat atas dasar suka sama suka dan bukan diperkosa. Su juga menerangkan bahwa ia empat kali 'menaiki' JM dalam satu malam tersebut.

"Hingga kami jemput Su (terduga pelaku) baru mulai jelas keterangannya bahwasanya dia (JM) tidak diperkosa, melainkan hubungan atas dasar suka sama suka dengan Su," ujar Rikwanto.

Su yang diamankan kepolisian di Solo, Jawa Tengah, juga mengaku tidak pernah memerkosa JM. Su mengaku melakukan hubungan badan atas dasar suka sama suka kendati keduanya baru bertemu pertama kali setelah diperkenalkan melalui dunia maya oleh salah seorang temannya. [ndis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU