Jakarta, Seruu.Com - Tersangka kecelakaan maut Xenia di Tugu Tani kini terjerat hukum pidana pelaggaran lalu lintas dan penggunaan narkoba. Ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 12 juta pun ia dapatkan karena tak memiliki SIM dan STNK serta dalam kondisi di bawah pengaruh narkotika ketika mengendarai mobil.

Namun masyarakat berpandangan hukuman demikian terlalu ringan untuk tersangka yang telah menewaskan sembilan korban ini. Beberapa pakar berpandangan tersangka harusnya juga terjerat Pasal 338 KUHP mengenai pembunuhan.

Polisi pun segara mengkaji penerapan pasal pembunuhan terhadap Afriyani Susanti. Polisi juga akan meminta pendapat pakar hukum dari Universitas Indonesia (UI) guna mengaji pasal-pasal apa saja yang akan dikenakan pada kasus tabrakan maut atas tersangka Afriani Susanti (29).

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Dwi Sigit menjelaskan pemanggilan tersebut terkait masukan-masukan yang dikemukakan oleh para pengamat yang menganggap Afriani seharusnya dikenakan pasal pembunuhan karena mengakibatkan sembilan nyawa melayang.

"Semuanya, kami terima sebagai masukan. Akan kami kaji  lebih lanjut lagi dan kita akan panggil saksi ahli dari UI," jelas Sigit.

Lebih lanjut, Sigit mengaku masih terus mengakomodir keterangan-keterangan dari para petugas yang telah melakukan olah TKP di lapangan. Menurutnya hal tersebut demi mendapatkan penjelasan mengenai kejadian sebenarnya dari kecelakaan tersebut. [ksr]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU