Foto Apriani Susanti (twitter)
Gini loh, kalau misalkan polisi mengatakan yang meminjamkan mobil itu bisa jadi tersangka, karena memfasilitasi mengemudikan dan kemudian menabrak, saya juga berani mengatakan polisi yang membekingi tempat-tempat dimana orang bisa pakai narkoba, itu semua juga harus bisa diseret. Jadi tidak setengah-setengah, seolah-olah tuntas namun pada prakteknya yang merugikan aparat tidak pernah diusut, itu kan yang terjadi di hampir semua kasus,

Jakarta, Seruu.com - Praktisi Hukum Senior, Johnson Panjaitan menilai bahwa polisi tidak boleh tebang pilih dalam penuntasan kasus tabrak maut Apriani Susanti yang membuat miris kalangan masyarakat dan publik di Indonesia pada umumnya. Johnson menilai bahwa penegakan hukum yang dilakukan oleh Polisi sejauh ini sama dengan yang terjadi dalam kasus yang menjadi sorotan publik lainnya di negeri ini, setengah-setengah dan cenderung memihak.

Ia pun mencontohkan mengenai pengusutan pemilik mobil Xenia yang telah membuat 9 nyawa melayang dan 4 lainnya terkapar di Rumah Sakit.

"Gini loh, kalau misalkan polisi mengatakan yang meminjamkan mobil itu bisa jadi tersangka, karena memfasilitasi mengemudikan dan kemudian menabrak, saya juga berani mengatakan polisi yang membekingi tempat-tempat dimana orang bisa pakai narkoba, itu semua juga harus bisa diseret. Jadi tidak setengah-setengah, seolah-olah tuntas namun pada prakteknya yang merugikan aparat tidak pernah diusut, itu kan yang terjadi di hampir semua kasus," tuturnya kepada seruu.com, Sabtu (28/1/2012).

Johnson sendiri sepakat jika penegakan hukum dalam kasus Afriani mampu menyeret pemilik mobil dan orang yang meminjamkan mobil ke dalam proses hukum termasuk aparat-aparat yang menjadi beking praktek penjualan narkotika di sejumlah diskotik dan tempat hiburan.

"Buat saya mereka (aparat) jadi tersangka. Karena mereka Apriliani bisa pakai itu (narkoba) dan menaiki kendaraan dan menabrak, sehingga ada sembilan yang mati," tuturnya.

Agar rasa kemanan dan keadilan publik bisa terpenuhi, bagi Johnson tidak cukup hanya dengan menempatkan Apriani sebagai kambing hitam satu-satunya dan tersangka dari sebuah kesalahan sistemik di bangsa ini.

"Jangan cari kambing hitam, seolah-olah hanya Afriani, itu kan semua terlihat situasi yang sistematik, karena tempat publik yang bisa digunakan buat nyabu kan juga dibekingi, itu yang saya katakan tadi, itu prakteknya praktik mafia yang apabila udah kita bongkar yang muncul justru serangan balik," pungkas Johnson.

Sejauh ini polisi belum berhasil menangkap penjual ekstasi yang dibeli Apriani cs di pelataran diskotek Stadium. Namun polisi telah memeriksa pemilik mobil Xenia yang dipakai oleh Apriani yaitu seorang kakek sebagai pemilik yang tertera di STNK dan BPKB kendaraan dan cucunya Angelina yang meminjamkan mobil tersebut ke Apriani. [nur/musashi]
 

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU