Jakarta, Seruu.Com - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Anton Supit, mengatakan bahwa tuntutan buruh untuk mendapatkan upah yang layak bisa dipenuhi, namun tidak dengan jalan melakukan demonstrasi besar-besaran yang bisa mengganggu iklim investasi Indonesia.

"Buruh bisa meminta upah yang layak dengan nominal berapa saja, namun ada jalur yang harus ditempuh melalui nego bipartit, bukan melakukan demonstrasi yang merugikan banyak pihak," kata Anton saat dihubungi wartawan, Jumat (3/2).

Anton mengatakan bahwa upah minimum provinsi (UMP) memang ditujukan bagi yang lajang, masa kerja dibawah satu tahun, dan sesuai dengan kemampuan ekonomis daerah. Apabila buruh dengan masa kerja lebih dari satu tahun bisa melakukan negosiasi bipartit dan meminta jumlah upah yang dikehendaki.

"Sebenarnya aturan yang ada sudah jelas, ada proses negosiasi. Apabila tidak mencapai kesepakatan, buruh bisa melakukan mogok kerja bukan dengan demonstrasi," tambah Anton.

Proses negosiasi dan aksi mogok kerja merupakan salah satu cara agar tidak terjadi kesewenang-wenangan pengusaha.

Anton menambahkan, dalam proses negosiasi tersebut, pemerintah merupakan penengah dan apakah tuntutan peningkatan upah tersebut wajar atau tidak, namun acuan upah layak pada tiap-tiap daerah memang berbeda.

"Sebenarnya, dengan adanya aksi mogok kerja yang dilakukan para buruh itu merupakan hal yang paling ditakuti oleh pihak pengusaha karena proses produksi terhenti dan bisa menyebabkan kerugian, oleh karena itu aksi mogok kerja itu juga ada ketentuan yang harus dipenuhi," lanjut Anton.

Aksi demonstrasi ribuan buruh yang tergabung dari berbagai serikat pekerja di kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (27/1) lalu diharapkan merupakan yang terakhir kali terjadi di Indonesia karena apabila terus berlanjut akan mengganggu iklim investasi di Indonesia.

"Peringkat Indonesia menjadi layak investasi yang telah dikeluarkan oleh dua lembaga pemeringkat internasional akan percuma apabila kondisi seperti itu masih terus terjadi dan tidak ditangani dengan benar," kata Anton. [ant]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU