Jakarta, Seruu.com- Koalisi Masyarakat Sipil untuk Hak Buruh menyerukan kepada seluruh organisasi buruh serta elemen pro demokrasi untuk bersatu menghadapi rezim anti rakyat dan pemodal asing.

Ini disebabkan karena Pemerintah SBY-BOEDIONO tak mampu menjawab tuntutan kaum buruh untuk memperoleh upah yang layak,kata Ketua Nasional PRP, Anwar Sastro Ma'ruf saat konpersi pers yang berjudul menolak keterlibatan TNI-POLRI dalam sengketa perburuhan dikantor Kontras, Jumat (3/2/2012).

Konpersi pers tersebut juga dihadiri oleh perwakilan organisasi buruh diantaranya: Konfredasi Serikat Nasional (KSN)  Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), GSBI, IUF, FSPM, IMPARSIAL.

Dalam rilisnya, Koalisi masyarakat Sipil Untuk Buruh menilai bahwa isu investasi asing akan lari karena aksi buruh, adalah salah satu upaya keberpihakan Pemerintah kepada pengusaha, bagi kami Presiden SBY lepas tangan dan tak peduli dengan nasib buruh.

Sejak bertahun-tahun kaum buruh menuntut kenaikan upah sesuai standar hidup layak, Sementara kalangan pengusaha terus berusaha mengakumulasi keuntungan dari politik upah murah yang dipromosikan Pemerintah SBY BOEDIONO sebagai rangsangan investasi di Indonesia.

Klaim Presiden SBY tentang iklim investasi Indonesia cerah dengan predikat investement grade dibarengi indikator ekonomi yang dikatakan tahan dari guncangan krisis global, ternyata tidak mampu menjawab tuntutan buruh.

Cukup sudah kaum buruh dibohongi pemerintah, untuk itu kami menyeruhkan kepada seluruh Organisasi Buruh, Organisasi Tani, Organisasi masyarakat sipil lainya untuk bersatu menuntut hak-hak rakyat yang dirampas negara. [simon]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU