Ilustrasi Kokpit Pilot

Jakarta, Seruu.com - Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Besar Sumirat, menyatakan Saiful Salam, 44 tahun, pilot Lion Air, sudah menjadi incaran BNN sejak sebulan lalu. "Sudah kami intai 3-4 minggu sebelumnya," katanya saat dihubungi pada Sabtu, (04/2/2012).

Saiful sudah berada di Jakarta bersama tim BNN pukul 10.00 WIB tadi. Saiful masih menjalani pemeriksaan BNN. Pemeriksaan ini salah satunya guna mencari tahu masih adakah jaringan narkotika dan obat berbahaya di belakang sang pilot. "Jaringannya masih didalami," kata Sumirat lagi.

Saiful, 44 tahun, ditangkap BNN pukul 3.30 WIB di Hotel Grand Palace, Surabaya. Saat itu ia tengah bermain kartu bersama tiga temannya. Bersamanya disita 0,4 gram sabu dan alat isap sebagai barang bukti.

Kepolisian Daerah Jawa Timur menduga sehari sebelum ditangkap Saiful sudah memakai sabu. Ia kembali hendak menggunakan sabu dini hari, tapi keburu ditangkap.  

Kasus Pilot Lion Air menggunakan sabu bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya seorang pilot Lion juga ditangkap di Makassar. Kejadian terbaru ini merupakan pengembangan dari pengangkapan di Makassar. Adapun pihak Lion Air menyatakan kesulitan mengawasi pilotnya.

Ahli kesehatan menduga penggunaan sabu oleh pilot diduga bertujuan untuk menahan rasa kantuk. Namun bagaimana pun, sabu obat terlarang dan memiliki dampak efek membahayakan penumpang jika dikonsumsi pilot.  Namun BNN Jawa Timur menegaskan akan memberikan sanksi lebih berat bagi pilot pengguna sabu. Alasannya penggunaan sabu oleh pilot memiliki risiko lebih besar bagi orang lain, yakni penumpang pesawat. [ms]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU