Trotoar untuk pejalan kaki yang kerapkali di 'sulap' menjadi lahan parkir atau digunakan sepeda motor

Jakarta, Seruu.com - Carut marut jalur pejalan kaki di Jakarta membuat Ketua Dewan Transportasi Jakarta Azas Tigor Nainggolan berang. Menurut Tigor, jalur pejalan kaki atau trotoar adalah wewenang Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.

Tigor mempertanyakan ke mana saja pemangku wewenang itu selama trotoar "diinjak-injak" oleh pesepeda motor, pedagang kaki lima, ditutup kaki jembatan penyeberangan, atau halte busway. Upaya penertiban juga tidak terlihat untuk mengembalikan fungsi trotoar yang sudah diambil alih. "Dinas pertamanan tidak punya visi mengelola trotoar," kata Tigor.

Kalau tidak bisa mengelola trotoar, Tigor minta wewenang pengelolaan itu diambil alih oleh dinas pekerjaan umum. "Trotoar kan bagian dari jalan, bagian dari fasilitas transportasi, mengapa tidak sekalian ditangani oleh dinas PU. Mungkin akan lebih teratur nantinya kalau diambil alih PU," kata Tigor. [ndis]

 

KOMENTAR SERUU