Muhammad Nur Alam, 23 hari, Harus bertahan di Kolong Jembatan Akibat Penggusuran (catur/okz)

Jakarta, Seruu.com - Nasib ratusan warga korban penertiban bangunan liar di Jl Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta Timur, sungguh memprihatinkan. Bagaimana tidak, satu hari paska penertiban, kini mereka memilih bertahan di kolong jembatan Rawamangun lantaran tidak memiliki tempat tinggal lagi.

Hari ini Selasa (7/2), kebanyakan dari mereka hanya tidur dengan beralaskan tikar dan kardus bekas. Seluruh barang milik mereka mulai dari lemari, kasur, peralatan elektronik hingga barang-barang bekas hasil memulung, ditumpuk di setiap sudut kolong jembatan.

Hal tersebut harus dijalani oleh Sri Rahayu (30), yang membawa serta anaknya, bayi berumur 23 hari, Muhammad Nurul Anam tinggal di kolong jembatan layang Jalan Pemuda, Jakarta Timur. Sejak semalam, anak bungsu dari empat bersaudara tersebut, diakui ibunya, mengalami muntah-muntah karena masuk angin. "Muntah terus ini anak, kayaknya masuk angin deh, tadi sih sudah dikasih minyak kayu putih," ujar Sri kepada Kompas.com di lokasi, Selasa (7/2/2012).

Bagaimana tidak, hanya dengan berbekal selimut yang dilipat dan ditumpuk hingga tebal serta triplek kayu ukuran 1 x 2 meter persegi menjadi tameng seadanya keluarga tersebut dari ganasnya udara Ibu Kota. "Enggak enak, makanan enggak ada jadi terpaksa beli," ujarnya.

Sementara suaminya, Ali Mustofa (45), yang sehari-hari berprofesi sebagai pengumpul barang bekas, tak kuasa menghindari kondisi demikian. Pasalnya, selain memiliki penghasilan tak menentu tiap harinya, dia juga harus mencari tempat tinggal baru untuk tempat bernaung keluarganya tersebut. "Enggak tahu nih mau sampai kapan, lagi cari kontrakan belum dapat-dapat," ujarnya.

Untuk kepentingan mandi, cuci, serta aktivitas yang membutuhkan air bersih lainnya, termasuk memandikan bayinya, Sri terpaksa harus berjalan sejauh dua kilometer dari kolong jembatan layang untuk bisa melakukan aktivitasnya. "Numpang nyuci di sana bayar Rp 1.500, kalau mandi Rp 1.000," katanya.

Sebelumnya diberitakan, sekitar petugas Satpol PP yang didukung personel TNI dan Polri membongkar 200 bangunan dalam areal tanah seluas 8.511 meter persegi di simpang empat Jalan Pemuda dan Jalan Ahmad Yani, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Sebagai pemilik sah lahan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan, warga menempati lahan yang akan dijadikan kantor Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Timur. [ms]

KOMENTAR SERUU