Suasana saat kebakaran di jalan lautze

Jakarta, Seruu.com - Warga korban kebakaran di Jalan Lautze, kel Kartini, Sawah Besar, Jakpus sudah mulai membersihkan puing-puing bekas kebakaran. Aksi bersih-bersih yang dibantu sekitar 500 personil dari TNI, aparat, sukarelawan dan organisasi masyarakat tersebut, berhasil mengangkut 9 truk besar dan 4 truk kecil puing bekas kebakaran. Untuk memudahkan upaya membersihkan bekas kebakaran, saat ini warga sangat membutuhkan bantuan alat kebersihan dan karung kosong.

“Volume puing kebakaran yang harus kami angkut cukup banyak, sementara truk atau gerobak sampah tidak bisa menjangkau lokasi kebakaran,” ujar Budi, warga, Jumat (10/2/2012).

Bantuan lain seperti makanan dan baju sudah melimpah. “Kami butuh alat untuk membersihkan lokasi,” lanjutnya.

Lurah Kartini Raimah menjelaskan pada hari pertama paska musibah kebakaran, pihaknya sudah mengirim bantuan berupa 2000 lembar karung. Namun akibat tingginya volume puing bekas kebakaran, dalam waktu sekejap karung sudah ludes. Karena itu saat ini warga sangat membutuhkan bantuan karung kosong. “Jumlah karung yang dibutuhkan lagi sekitar 10 ribu lembar,” katanya.

Tingginya kebutuhan karung tersebut lanjut Raimah karena lokasi kebakaran berada digang sempit yang sulit dijangkau truk kebersihan. Jadi puing sisa kebakaran harus dimasukkan dalam karung terlebih dahulu, untuk kemudian diangkut ke pinggir jalan. “Nanti ada truk kebersihan yang menunggu dipinggir jalan,” tambahnya.

Selain karung kosong, warga dikatakan Raimah juga membutuhkan bantuan terpal. Bantuan terpal yang sudah ada masih jauh dari mencukupi.

Pantauan dilapangan, lebih dari 400 warga masih bertahan di lokasi pengungsian yakni SD 02 Tapekong, Pasar Baru. Para pengungsi ini menempati 4 lokal kelas yang kebetulan sedang tidak digunakan.

Tetapi mulai Senin pekan depan, para pengungsi ini akan dipindahkan ke tenda Kodim yang dibangun dihalaman belakang sekolah. “Senin lokal tersebut sudah digunakan lagi, jadi pengungsi akan dipindahkan ke tenda Kodim,” jelas Raimah. Posko tanggap darurat itu sendiri rencananya akan dibangun hingga 15 hari ke depan. Warga yang memang ingin membangun huniannya kembali, dipersilahkan.

“Hanya saja perhatikan betul soal instalasi listrik, jangan sembrono. Pakai yang standar supaya nggak mudah terbakar,” pungkas Lurah. [ndis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU