Yogyakarta, Seruu.Com - Museum Batik Yogyakarta masih ramai dikunjungi wisatawan nusantara dari berbagai daerah. Dalam satu bulan rata-rata 200 orang mengunjungi museum itu.

"Pengunjung kebanyakan datang dari luar kota, di antaranya belum lama ini ada rombongan 150 pelajar dari Kota Bandung," kata pemandu museum tersebut Wagiyem, Jumat (10/2).

Menurut dia, pengunjung yang datang terbanyak adalah wisatawan yang menginap di Hotel Museum Batik dan menyempatkan diri untuk mengunjungi museum  sebelum mereka meninggalkan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Para pengunjung yang datang dapat melihat kain batik koleksi keluarga pemilik museum ini, alat pengolahannya, dan juga dapat belajar membatik secara singkat," katanya.

Wagiyem menjelaskan kain batik yang terdapat dalam museum merupakan warisan keluarga pemilik Museum Batik Dewi Nugraha. Alat pengolahannya juga diperoleh dari keluarganya yang membuka usaha batik.

Kain batik koleksi  museum itu  merupakan batik dengan corak dari Yogyakarta dan Surakarta. Jumlah kain batik yang ada  sekitar 1.500 lembar dan kain batik yang tertua buatan 1730.

"Kain batik yang menjadi koleksi museum itu milik keluarga Dewi secara turun temurun, terlanjur sayang apabila dijual. Karena itu, pemiliknya memutuskan membangun museum untuk menyimpan koleksi miliknya agar menjadi bahan pengetahuan bagi banyak orang," katanya. [ant]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU