Tanaman Kelapa (Istimewa)

Banda Aceh, Seruu.com - Gempa berkekuatan 6,6 skala Richter (SR) yang mengguncang sebagian besar wilayah Aceh, sekitar pukul 11.34 WIB, dilaporkan tidak menyebabkan kerusakan pada bangunan.

Gempa ini menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar dari bangunan. Gempa juga dirasakan hingga Medan, Sumatera Utara.

Pusat gempa berada di 24 kilometer barat laut Kota Subulussalam, di kedalaman 103 kilometer.

Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Meulaboh Nagan Raya, Edi Darlupti, di Meulaboh menjelaskan, gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun ia berharap masyarakat waspada dengan kemungkinan gempa susulan.

"Meskipun pusat gempa berada di 24 kilometer barat laut Kota Subulussalam, namun dirasakan cukup kuat di seputaran Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, yang berjarak sekitar 250 Km dari pusat gempa," katanya.

Berdasarkan pantauan di sekitar Meulaboh, gempa tersebut mengagetkan ratusan warga yang menghadiri kegiatan pertemuan ulama se-Kabupaten Aceh Barat guna mendeklarasikan dukungan politik kepada pasangan calon kepala daerah.

Hingga saat ini belum ditemukan ada kerusakan akibat gempa di kawasan Meulaboh.

Sementara itu, Muslim, warga Subulussalam menyatakan, guncangan gempa di daerahnya terasa cukup kuat, namun tidak ada bangunan yang rusak.

Tanaman Kelapa Akan Dikembangkan Pemkab Halmahera

Ternate, Seruu.com - Wakil Bupati Halmahera Utara Rusman Soleman mengatakan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara mencanangkan pengembangan tanaman kelapa sebagai komoditi unggulan masyarakat setempat.

"Kelapa yang merupakan inti kompetensi dan sekaligus sebagai komoditi unggulan di daerah ini," katanya di Ternate Sabtu (23/6/2012).

Ia mengatakan, berdasarkan data pada tahun 2011, luas lahan komoditi kelapa di Kabupaten Halut sebesar 50.093 hektar yang tersebar di seluruh kecamatan, dengan capaian produksi 71.325 ton dan luas panen 39.625 hektar, serta produktivitas 1,8 ton per tahun.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara memberikan apresiasi terhadap instansi terkait seperti Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate yang berperan menjamin komoditas kopra Halut, sehingga dapat diterima negara tujuan ekspor, yaitu Filipina.

Dikatakan, kegiatan ekspor kopra dilakukan sejak tahun 2008 hingga saat ini dengan tujuan ekspor negara tetangga itu.

Sebelumnya kopra dibawa ke Pulau Sulawesi (khususnya Sulawesi Utara) dan Jawa lalu diekspor.[ant/ast]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar