Rumah Hantu Pekan Raya Jakarta (PRJ)

Seruu.com - HALL-E Arena PRJ Kemayoran termasuk paling gaduh pada event Jakarta Fair yang berlangsung dari tanggal 14 Juni hingga 15 Juli 2012 ini. Setiap saat terdengar teriakan ketakutan, meski kemudian sering diakhiri derai tawa. Lantai 2 Hall-E memang disediakan sebagai tempat atraksi horror Rumah Hantu Indonesia. Disini dibuka wahana wisata horror bernama Kamar Mayat RS Kemayoran.

Sesekali terlihat ada pengunjung pingsan saat adu nyali. "Adik saya tahun lalu sempat pingsan, tapi kini sudah biasa. Bahkan kami menganggap kurang horor. Lampunya terlampau terang sih," ujar Yanto warga Kelapa Gading menyampaikan usulan kepada petugas jaga.

Dengan mengusung konsep "Spectaculer Live Horror Show", Rumah Hantu Indonesia (RHI) selaku pengelola hiburan horor mengutip Rp 25 ribu per pengunjung. Adapun tarif ke Museum Hantu Rp 10 ribu. "Setiap hari rata-rata ada 2.000 pengunjung," ujar Herry, staf "Kamar Mayat RS Kemayoran".

Sesungguhnya aura menakutkan sudah diciptakan sejak pengunjung menginjakkan kaki di lantai 1 Hall-E yang menjadi arena pameran perdagangan garmen dan multi-produk.

Suara perempuan melenguh panjang, serta ruangan gelap tertutup kain hitam, membuat beberapa pengunjung yang bergidik, maju mundur meneruskan niat adu nyali. Di lantai dua, tak jauh dari pintu masuk "kamar mayat", ada proyektor berisi testimoni warga tentang peristiwa yang dialami selama memasuki ruangan kamar mayat.

Yang paling seru tentu saja di pintu keluar, manakala pengunjung berhamburan keluar ingin secepatnya menyelesaikan episode menegangkan. Wajah pucat pasi atau ekspresi lega, bercampur aduk pada wajah mereka. Ada beberapa di antaranya melepaskan ketegangan dengan membasuh muka di toilet. Sebagian lagi buang air kecil.

Entah karena masih terpengaruh kondisi horor, seorang bapak berteriak histeris karena ia melihat hantu berdiri di sampingnya. Seisi toilet pun menjadi gaduh. Rupanya mereka tak menyadari, "hantu" berpakaian serba hitam itu memang tengah kencing. Selama menjalankan tugas menakut-nakuti pengunjung, si aktor pemeran hantu sudah sekian lama menahan diri agar tidak pipis. Begitu pertunjukan usai, ia pun menghambur ke toilet, lengkap dengan make up hantu tentunya.

"Bayangin deh dia tiba-2 saja sudah di sebelah saya. Siapa yang gak kaget," ujar bapak tadi yang sempat histeris oleh kehadiran hantu di toilet. "Si Hantu" kali ini tersenyum, menyeringai.

Seperti halnya atraksi horor rumah hantu di Jakarta Fair, penjualan aksesoris bernuansa menakutkan di Hall E, juga laris manis. Minimal 100 topeng setiap hari diborong oleh pembeli. "Bahkan kami kehabisan topeng karet yang harganya Rp 25 ribu," ujar Ludia Dolfin (Diat) pemilik dua gerai souvenir hantu.

Topeng barang dagangannya, tak ada sebijipun yang tersenyum. Jika mata tidak terbelalak, pastilah memperlihatkan wajah masam. Seluruh souvenir hantu diimpor dari China.

Cara apa yang dilakukan Diat agar dagangannya tetap laris manis? Ya mengikuti rute perjalanan kemana Rumah Hantu Indonesia (RHI) menggelar show horornya. "Biasanya semakin menakutkan, pengunjung jadi terkesan, dan membeli souvenir...haha," Diat tergelak menceritakan kiat menjaring pembeli.[hdk/ast]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar