Foto Ilustrasi

Jakarta, Seruu.Com - Ribuan buruh PT Panarub Dwikarya, Karawaci, Tangerang, Banten, hingga hari ini, Senin (16/7/2012), masih melakukan aksi mogok kerja. Para buruh pembuat sepatu lisensi Nike dan Adidas itu menuntut pembayaran upah sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Banten tentang Upah Minimum Propinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektoral Propinsi (UMSP).

Aksi mogok kerja ini merupakan aksi lanjutan yang dimulai sejak Kamis (12/7/2012) lalu. Hal ini dilakukan para buruh karena hingga tiga kali perundingan antara perwakilan buruh dengan pihak manajemen PT Panarub Dwikarya tidak menghasilkan kesepakatan.

Bukan hanya itu, ribuan buruh tersebut mengancam akan tetap bertahan dan menginap di perusahaan, jika hingga hari ini belum juga ada kesepakatan terkait dengan tuntutan mereka.

"Jika hingga hari ini belum ada kepastian tentang penyelesaian tuntutan buruh, para buruh berencana untuk menginap di Perusahaan" Tegas Kokom Komalawati ketua umum SBGTS PT Panarub Dwikarya melalui Surat Elektroniknya Kepada Seruu.Com, Senin (16/7/2012).

Menurut Kokom, tuntutan buruh bukan hanya seputar Upah saja, melainkan kenaikan besaran tunjangan hari raya (THR) dan Kebebasan berserikat. Ia sendiri gerah dengan sikap Perusahaan yang terkesan membiarkan konflik antara buruh dan manajemen berlarut-larut.

Sementara itu Ismett Inoni Kepala Departemen Hukum dan Advokasi GSBI, menyampaikan bahwa PT Panarub Dwikarya harus memenuhi tuntutan para buruh sebagaimana disampaikan oleh para buruh dalam pemogokan sejak 12 Juli 2012 lalu.

Selain itu Ismett juga menyampaikan bahwa bukan hanya managemen PT Panarub Dwikarya yang harus bertanggungjawab terkait aksi ini. Ia mendesak pihak merk atau brands yang diproduksi seperti Adidas dan Mizuno harus segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan perburuhan dan menghormati hak-hak buruh.

Ismett juga meminta kepada seluruh Serikat Buruh baik Wilayah Tangerang maupun tingkat Nasional dan juga organisasi pro rakyat lainnya untuk dapat memberikan dukungannya terkait aksi ribuan buruh PT Panarub Dwikarya. [eron]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar