Foto Ilustrasi

Tangerang, Seruu.Com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, menyebutkan tingginya jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) disebabkan faktor ekonomi.

"Masalah ekonomi menjadi faktor utama yang kemudian menimbulkan kekerasan fisik dan psikologis," kata Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Tangerang Selatan, Yantie Sari dihubungi, Minggu (28/10/2012).

Yantie Sari menuturkan, hingga bulan Oktober terdapat 87 kasus KDRT. Jumlah tersebut, meningkat bila dibandingkan dari tahun lalu yang tercatat sebanyak 40 kasus.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan giat melakukan sosialisasi dan kampanye KDRT ke sejumlah tempat.

"Kita akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk melapor bila mengalami kekerasan. Sebab, banyak warga yang takut," katanya.

Aiptu R Isti, aparat Polresta Tangerang yang menangani KDRT menuturkan, masalah KDRT dapat diselesaikan dengan pendekatan komunikasi.

Sebab, banyak korban KDRT merasa malu dan takut untuk mengungkapkan peristiwa yang menimpanya sehingga petugas pun kesulitan.

"Bila anak yang menjadi korban, biasanya dia takut kepada orang tuanya dan mendiamkan perlakuan yang diterimanya," katanya. [ant]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar