Ilustrasi (istimewa)

Kramat Jati, Seruu.com – Untuk menarik pedagang kaki lima (PKL) agar mau berjualan di foodcourt Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pihak pengelola menggratiskan biaya sewa enam bulan pertama. Hal ini untuk menyukseskan penataan kawasan pasar agar lebih tertib dan rapih.

Manajer Unit Pasar Besar Induk Kramat Jati, Benny Leonard mengatakan, pada enam bulan pertama penyewa hanya membayar listrik dan air. "Pembiayaan per tahun seharusnya tidak lebih dari Rp 2,5 juta per tahun untuk kios ukuran 2 X 1,5 meter," kata dia kepada Republika Kamis (21/3/2013) siang.

Dengan dana Rp 2,5 juta, sambung Benny, sudah termasuk biaya pengelolaan pasar, biaya kebersihan, sampah, keamanan, dan lainnya. Dengan biaya itu para PKL mendapatkan lapak yang siap digunakan.

Sekitar 100 ruang, ujar dia, disediakan pihak pengelola di foodcourt itu. Hingga kini baru terisi sekitar 50 pedagang. Ruang yang masih kosong ditujukan untuk kurang lebih 120 PKL yang berjualan di emperan di luar pasar.

Menurut Benny, pihaknya tidak mewajibkan atau pun memaksa para PKL untuk berjualan di foodcourt. PKL yang berjualan di emperan pihaknya menerapkan jam operasional. "Dari pukul 17.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB," jelas dia.

Pembatasan waktu untuk PKL, ujar dia, untuk melindungi pedagang formal yang telah membuka kios di foodcourt. "Kalau berjualan dari pagi ke foodcourt, kalau tidak mau ya ikuti aturan," tutup dia.[ast]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar